Sabtu, 31 Maret 2012

Untuk Sang Waktu


Bunyi alarm di handphoneku membangunkanku dari mimpi buruk malam ini. Dengan mata sayu kutulis sebuah pesan; "Selamat pagi." sebuah kata yang kukirimkan kepada dia tepat pukul 6. Hari ini nampaknya ada sesuatu yang berbeda, perasaanku sedikit tidak enak, yasudahlah tak usah gusar karena hari ini masih panjang.
Sudah hampir malam saja, tak ada pesan balasan untukku setelah ucapan "selamat pagi" yang kukirim tadi pagi. Mungkin dia sedang sibuk, atau sedang tidak mau diganggu untuk hari ini.
Sudah seminggu aku tidak lagi mengirimkan kabar, ataupun sekedar berbincang di bbm atau duina maya. Mungkin aku telah menjadi orang egois untuk masalah ini. Sudah hampir berapa lama kita dekat ?, mungkin hampir genap 3 bulan, dan kita juga belum pernah bertemu. Kita saling bertukar cerita dan kenangan. Cukup menyenangkan bukan, kita yang kesepian saling mengisi tapi tidak dengan 'kekasih' ataupun suatu hubungan, kita hanya berteman tapi mungkin kita terlalu dekat dengan percintaan.
Aku tahu, aku seperti memberi harapan kosong yang sulit untuk kamu terima.
Memberikan sebuah harapan itu tidak mudah, kamu tahu itu. Dan bila nanti waktunya tiba, aku akan belajar, belajar dari kesalahanku. Mencoba tidak mengecewakan orang lain dan memaafkan diriku sendiri.
Sebenarnya aku ingin belajar mencintaimu, memikirkanmu tiap hariku. Tapi kali ini sulit. Aku masih terkapar di masa laluku.


"Jikalau telah datang, waktu yang dinanti, jadi dikau sabar menunggu."


Maafkan aku yang telah membuatmu lelah menunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar