Sabtu, 31 Maret 2012

Don't Worry For Being Alone


Suratku kutujukan pada siapa saja yang sedang sendirian, menggugurkan waktu berharganya untuk ketidak pastian.

Disini hujan deras, begitu juga hatiku yang selalu dingin dan mataku berhujan. Disini aku hanya berteman dengan kesepian, meringkuk di kasur ataupun cuman duduk dihalaman depan untuk menyaksikan hujan. Kadang kalau aku menginginkan hiburan hanya duduk menonton tv atau mendengarkan siaran radio di kamar sendirian. Tidak cukupkah kesendirianku ini ?, yang tiap harinya hanya termanggu menunggu hujan reda. Bodoh sekali aku dulu ya. Dan aku belajar bahwa sekarang aku mengerti bahwa kesendirian itu bukanlah akhir segalanya.

Aku sudah mengalami yang namanya di terpa badai, di telan ombak, dan kemarau yang panjang dalam percintaan. Tak mungkin aku sekarang dapat seperti ini. Aku merasa beruntung, dapat merasakan segala suka dukanya. Aku merasa bahagia saat suka hadir, dan aku merasa lega saat segala duka lepas begitu saja.
Memang segala kenangan tak dapat lekas dihapus begitu saja. Perlahan-lahan sakit menggerogoti habis pikiran dan hati yanng lelah. Itu bila kamu tidak mau lepas dari kenangan yang buruk. Tak akan ada lagi yang memikirkanmu, selain dirimu sendiri.

Dan aku akan terus hadir di setiap hujanmu, me-ninabobokanmu saat galau mendera agar tak ada lagi air mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar