Sabtu, 31 Maret 2012

Pesan Untuk Kenanganku


Malam sudah hampir habis,

aku bergegas pulang lalu berganti pakaian. Sesampainya aku menyusuri ruang kamar dan tanpa sengaja menemukan 'masa lalu' di dalam laci mejaku. Hm aku rasa malam ini akan penuh dengan perang tentang perasaan.
Malam sudah hampir habis, yang kuambil dari laci mejaku adalah buku cerita buatanmu yang di berikan untukku dulu, yang sungguh mengundang masa lalu untuk datang malam ini. Halaman demi halamannya adalah sepenggal cerita tentang kita, yang bersama mengisi kesepian.



Halaman pertama.....
Bercerita tentang hari pertama kita bertemu,
Halaman kedua....
Bercerita tentang bagaimana kita menjadi dekat dan mengenal semakin dalam dan menjadikan kita sebagai sepasang kekasih,
Halaman ketiga...
Berisikan kumpulan bon-bon yang kau simpan saat kita selesai makan malam bersama,
Halaman keempat...
Isinya penuh dengan foto-foto tentang kita, dan kita, dan kita
Halaman kelima...
Ini hari paling spesial untukmu, akhirnya kamu berumur 17 tahun, semakin tua ya, dan semoga doa-doa'ku dan doamu di kabulkan olehNya,
Halaman keenam...
Hari-hari kita makin menyenangkan, banyak yang kita lakukan bersama-sama.
Halaman ketujuh...
Kita berdua pergi menyaksikan film terbaru di bioskop yang biasa kita kunjungi, dipertengahan film, tanpa
sengaja kita menemukan kesetiaan, saling menitipkan pesan lewat basahnya kecupan,
Halaman kedelapan...
Hari-hari kita memang sungguh menyenangan, tapi kali ini kita bertengkar, saling menyalahkan tanpa ingin membetulkan dan memaafkan,
Halaman kesembilan...
Waktu terus menggulirkan perasaanku yang kesal denganmu.
Halaman kesepuluh...
Kamu datang tiba-tiba, saat aku acuh denganmu. Dengan wajahmu yang lugu lalu mengucapkan maaf, "kita baikan ya." Lembut ucapmu di belakang kupingku,
Halaman kesebelas....
ini adalah halaman terakhir disini, isinya...hm berisikan foto kita berdua yang sedang gelisah, menahan gelak tawa agar tak merusak pose di kamera.



Tak sadar pagipun hampir habis, matahari pagipun harus kembali menari-nari untuk orang-orang. Aku sendiri tak habis pikir, mengapa kenangan harus datang kali ini. Setelah sekian lama dia pergi dan berpesan enggan pulang. Hm seharusnya dia tahu betapa aku menginginkan malam yg putih, sunyi, dengan kelambu suatu saat nanti. Tapi dia sudah pergi dan tak mau kembali.



Kenanganku tanpa harus kusebut namamu, "bahagialah dengan kenyataanmu sekarang. Berikanlah
bintangmu pada gelapnya langit kala malam, agar aku tau itu kamu yang sedang kesepian."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar