Jumat, 06 April 2012

Menari

Di teriknya matahari, di basahnya deras hujan, di sejuknya tiupan angin tak kadang ku selalu berpuisi sendiri untukmu di terjalnya jalanku.
Berbaris-baris titik-titik air di kaca jendela, yang perlahan jatuh membasahi dedaunan, tak kadang ku bersajak sendiri untukmu di sepinya soreku.
Malam ini begitu sepi, rembulan seorang diri, bintang-bintang bersembunyi dibalik ombak-ombak awan, tak kadang ku bernyanyi sendiri untukmu di hampaku..

Entah sampai kapan kita bersama, sampai kapan aku akan menyanyikan lagu-lagu untukmu sebelum tidur, sampai kapan kenangan itu akan tersimpan saat, peluk erat tubuhmu yang menahan sakit saat jarum jahit melukai ujung jarimu , dan sampai kapan kita akan saling mengajari tentang arti hidup. Dan sampai akhirnya kita akan sama-sama belajar untuk mengucapkan selamat tinggal.

Dan tetaplah menari,
Di teriknya matahari,
Di derasnya hujan,
Di pelukan kesepian


Tidak ada komentar:

Posting Komentar